News

MUI Apresiasi Pembebasan WNI dalam Misi GSF yang Ditahan Israel

Alhamdulillah, saudara-saudara kita yang diculik oleh IDF telah dibebaskan setelah berbagai tekanan publik dan langkah-langkah diplomatik dilakukan

Jakarta (KABARIN) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan apresiasi atas pembebasan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya sempat ditahan militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 untuk Palestina.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim mengatakan pembebasan tersebut merupakan hasil dari kombinasi tekanan publik dan upaya diplomasi pemerintah Indonesia.

“Alhamdulillah, saudara-saudara kita yang diculik oleh IDF telah dibebaskan setelah berbagai tekanan publik dan langkah-langkah diplomatik dilakukan. Pemerintah Indonesia juga melakukan upaya yang sungguh-sungguh untuk pembebasan ini,” kata Sudarnoto di Jakarta, Jumat.

Ia menilai penahanan terhadap para aktivis kemanusiaan itu tidak dapat dibenarkan secara hukum internasional maupun moral.

Sudarnoto juga menyebut tindakan tersebut mencerminkan masih adanya tekanan terhadap gerakan solidaritas internasional untuk Palestina.

Menurutnya, pembebasan para aktivis tidak menghapus tanggung jawab pihak yang melakukan penahanan dalam insiden tersebut.

“Israel yang didukung Amerika tetap menanggung kesalahan fatal atas tindakan tersebut,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembebasan para WNI bukan berasal dari satu pihak saja, melainkan hasil kerja bersama melalui jalur diplomasi pemerintah serta dukungan berbagai elemen masyarakat sipil.

Upaya tersebut, kata dia, juga melibatkan organisasi keagamaan, lembaga kemanusiaan, hingga tokoh masyarakat yang secara konsisten menyuarakan dukungan terhadap Palestina.

MUI menilai peristiwa ini menjadi bukti bahwa kerja sama dan konsistensi dalam gerakan kemanusiaan dapat memberikan hasil nyata.

Selain itu, MUI juga memberikan apresiasi kepada para relawan Global Sumud Flotilla, khususnya WNI, yang dinilai berani menjalankan misi kemanusiaan meski menghadapi risiko tinggi di lapangan.

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: